Cara Setting Radio Ubiquiti PowerBeam M5 400 Menjadi PPPoE Lengkap untuk Pemula (Panduan Terbaru)



 Meta Description:

Pelajari cara lengkap mengubah dan mensetting Radio Ubiquiti PowerBeam M5 400 menjadi PPPoE Client. Tutorial paling lengkap mulai dari reset, login, konfigurasi wireless, hingga pengaturan PPPoE dan cara mengatasi error. Cocok untuk ISP rumahan, RT/RW Net, dan teknisi jaringan.



---

Pendahuluan


Ubiquiti PowerBeam M5 400 merupakan salah satu perangkat wireless paling populer untuk jaringan long distance, terutama pada jaringan ISP rumahan, RT/RW Net, dan point-to-point link. Banyak teknisi menggunakan mode PPPoE Client pada PowerBeam karena lebih aman, lebih stabil, dan lebih mudah dikontrol melalui server Mikrotik.


Pada artikel ini, kita membahas cara setting PowerBeam M5 400 menjadi PPPoE secara lengkap mulai dari awal hingga proses koneksi berhasil.


Panduan ini cocok untuk:


Pemula yang baru belajar setting PowerBeam


Teknisi RT/RW Net


ISP rumahan dengan sistem PPPoE


Pengguna yang ingin PowerBeam otomatis login ke server Mikrotik




---

1. Persiapan Sebelum Setting PowerBeam


Sebelum memulai konfigurasi, pastikan Anda sudah menyiapkan hal berikut:


✔ Perangkat & Kebutuhan


Ubiquiti PowerBeam M5 400 (model lain M series juga sama)


Adaptor POE bawaan


Kabel LAN


Laptop / PC


Browser (Chrome lebih direkomendasikan)



✔ Data PPPoE


Anda wajib mempunyai Username dan Password PPPoE yang berasal dari:


Mikrotik (PPP → Secrets)


Router server lain yang mendukung PPPoE



✔ IP Default PowerBeam


Setelah reset, akses menggunakan IP default:

IP Address: 192.168.1.20

Username: ubnt

Password: ubnt


 ---


2. Menghubungkan PowerBeam ke Laptop


Ikuti langkah berikut:


1. Masukkan adaptor POE ke listrik



2. Hubungkan kabel LAN dari POE injector ke port POE PowerBeam



3. Hubungkan kabel LAN dari port LAN POE injector ke laptop



4. Tunggu sekitar 10–20 detik sampai radio menyala





---


3. Cara Reset PowerBeam ke Pengaturan Pabrik


Reset penting agar konfigurasi bersih.


Method 1: Reset dari POE Injector


Tekan tombol reset ±10 detik


Lepas setelah lampu berkedip



Method 2: Reset dari Radio (Jika Ada)


Tekan dan tahan tombol reset di radio


Tunggu 10 detik hingga restart




---


4. Login ke Dashboard Ubiquiti


1. Buka browser → ketik:

http://192.168.1.20



2. Pilih Region: Compliance Test / Indonesia



3. Centang I Agree



4. Login menggunakan:




ubnt / ubnt


Setelah berhasil masuk, Anda akan melihat Dashboard PowerBeam.



---


5. Mengatur IP Menjadi DHCP (Opsional tapi Direkomendasikan)


Agar IP otomatis mengikuti server Mikrotik dan menghindari konflik IP.


Masuk ke:


Network → Network Mode: Router / Bridge


Ubah:


IP Assignment → DHCP



Klik Change → Apply.



---


6. Menyetel Wireless Mode (Jika Menggunakan Tembakan ke AP)


Masuk ke:


Wireless → Wireless Mode: Station


Atur:


SSID → Tekan tombol “Select”

(Pilih AP yang ingin dituju)


Security → WPA2 atau sesuai AP


Password → Masukkan password


Country → Indonesia


Channel Width → 20/40 MHz (rekomendasi 20 MHz untuk jarak jauh)



Klik Change → Apply.



---


7. Pengaturan Utama: Mengubah PowerBeam Menjadi PPPoE Client


Masuk ke:


Network → WAN Network Settings


Ubah pengaturan berikut:


Connection Type: PPPoE


Isi data:


PPPoE Username → isi sesuai server


PPPoE Password → isi sesuai server


MTU → 1480 (paling stabil untuk PPPoE)


NAT → Enable (jika mode router)


DNS → Auto



Jika Anda menggunakan Bridge Mode, NAT tidak perlu diaktifkan karena PPPoE langsung dilewatkan ke router lain.


Klik Change → Apply.



---


8. Cek Status Koneksi PPPoE


Masuk ke Main / Dashboard → Network


Jika koneksi berhasil, akan muncul:


Status: Connected


IP Address PPPoE (bukan 192.168.x.x)


RX/TX berjalan


Waktu koneksi aktif (Uptime)



Jika Disconnected, kemungkinan penyebab:


Username atau password PPPoE salah


Link wireless tidak stabil


Server Mikrotik bermasalah


PPP Profile tidak sesuai


Secret PPP belum aktif




---


9. Pengujian Koneksi Internet


Gunakan fitur Tools → Ping.


Coba ping:


8.8.8.8 (Google DNS)


1.1.1.1 (Cloudflare)



Jika reply stabil, koneksi sudah berjalan.


Selanjutnya coba:


Browsing internet


Speedtest


Cek sinyal wireless (harus -55 s/d -65 dBm)




---


10. Tips Agar Koneksi PowerBeam M5 Tetap Stabil


Berikut tips teknisi lapangan yang terbukti efektif:


✔ Gunakan Channel yang sepi (jangan 5745 atau yang rame)


✔ Gunakan 20 MHz untuk jarak > 1 KM


✔ Pastikan antena benar-benar presisi (align)


✔ Jangan pasang terlalu rendah


✔ Perbarui firmware jika versi terlalu lama


✔ Hindari mengaktifkan fitur tidak penting seperti AirMax Priority berlebihan



---


11. Kesimpulan


Mengubah Radio PowerBeam M5 400 menjadi mode PPPoE Client sangat penting bagi pengguna yang ingin:


Sistem login otomatis ke Mikrotik


Internet lebih stabil


Manajemen bandwidth lebih mudah


Keamanan jaringan meningkat


Kompatibel dengan sistem billing / hotspot



Dengan mengikuti panduan lengkap di atas, perangkat Anda akan terhubung dengan benar tanpa error.



---

Komentar