Cara Setting Hotspot MikroTik dari Nol untuk Membuat Voucher WiFi

Cara setting Hotspot MikroTik dari nol untuk membuat voucher WiFi


Membuat Hotspot WiFi menggunakan MikroTik tidak harus sulit. Dengan konfigurasi yang tepat, MikroTik dapat digunakan untuk mengatur pengguna yang terhubung ke jaringan, membuat halaman login, membatasi akses, serta membuat sistem voucher WiFi.

Pada tutorial ini, kita akan melakukan konfigurasi Hotspot MikroTik dari nol, mulai dari menghubungkan MikroTik ke sumber internet, menentukan IP Address, membuat Hotspot, mengatur Access Point, sampai melakukan pengujian dari perangkat pelanggan.

Tutorial ini menggunakan MikroTik RB750Gr3 sebagai contoh.

Catatan: IP Address dan konfigurasi dalam tutorial ini adalah contoh. Sesuaikan dengan kondisi jaringan masing-masing.


1. Topologi Jaringan

Topologi yang akan kita gunakan:

Internet → MikroTik → Access Point → Client

Gambaran sederhananya:

                    INTERNET
                       │
                       │
                  Modem / ONT
                IP: 192.168.1.1
                       │
                       │
                 ether1 MikroTik
                IP: 192.168.1.2/24
                       │
                 ┌─────┴─────┐
                 │  MikroTik │
                 │   RB750Gr3│
                 └─────┬─────┘
                       │
                 ether2 Hotspot
              IP: 192.168.212.254/24
                       │
                       │
                 Access Point
              IP: 192.168.212.253
                       │
              ┌────────┼────────┐
              │        │        │
            Client   Client   Client

Untuk jaringan Hotspot, kita menggunakan:

Gateway Hotspot:

192.168.212.254

IP pelanggan:

192.168.212.1 - 192.168.212.200

IP Access Point:

192.168.212.253

Jika terdapat beberapa Access Point outdoor, kita dapat menggunakan IP berikutnya, misalnya:

  • 192.168.212.252
  • 192.168.212.251
  • 192.168.212.250
  • dan seterusnya.

Sebaiknya IP perangkat jaringan seperti Access Point berada di luar rentang IP yang digunakan untuk DHCP pelanggan agar tidak terjadi konflik alamat IP.


2. Contoh Pembagian IP Address

Perangkat IP Address
Modem/ONT 192.168.1.1
MikroTik ether1 192.168.1.2/24
MikroTik ether2/Hotspot 192.168.212.254/24
Client Hotspot 192.168.212.1 - 192.168.212.200
Access Point 192.168.212.253
AP Outdoor 2 192.168.212.252
AP Outdoor 3 192.168.212.251

Alamat IP di atas hanya contoh. Sesuaikan dengan kondisi jaringan masing-masing.


3. Peralatan yang Dibutuhkan

Sebelum melakukan konfigurasi, siapkan beberapa peralatan berikut:

  • Sumber internet berupa Modem/ONT
  • MikroTik RB750Gr3
  • Access Point atau router WiFi yang digunakan sebagai AP
  • Kabel jaringan
  • Komputer atau smartphone untuk melakukan konfigurasi
  • WinBox atau WebFig

Pastikan seluruh perangkat dalam kondisi baik dan kabel jaringan terpasang dengan benar.


4. Persiapan MikroTik

Sebelum melakukan konfigurasi, kita perlu mengetahui interface yang akan digunakan.

Pada tutorial ini:

ether1 digunakan untuk koneksi dari modem/ONT ke MikroTik.

ether2 digunakan untuk jaringan Hotspot dan Access Point.

Contohnya:

Modem/ONT
192.168.1.1
      │
      │
   ether1
  MikroTik
   ether2
      │
      │
Access Point

Interface lainnya dapat digunakan sesuai kebutuhan jaringan.


5. Login ke MikroTik Menggunakan WinBox

Hubungkan komputer ke MikroTik.

Kemudian buka WinBox.

Cari perangkat MikroTik yang tersedia, lalu login menggunakan akun administrator.

Setelah berhasil masuk, kita dapat mulai melakukan konfigurasi.

Jika MikroTik masih menggunakan konfigurasi lama dan ingin benar-benar mengikuti tutorial dari awal, pastikan terlebih dahulu konfigurasi sebelumnya tidak menyebabkan konflik dengan konfigurasi yang akan dibuat.


6. Mengatur IP Address pada ether1

Pada tutorial ini, modem/ONT menggunakan:

192.168.1.1

Kita akan memberikan IP kepada ether1 MikroTik:

192.168.1.2/24

Buka:

IP → Addresses

Kemudian klik +.

Masukkan:

Address:

192.168.1.2/24

Interface:

ether1

Kemudian klik OK.

Sekarang MikroTik mempunyai alamat:

192.168.1.2

pada interface yang terhubung ke modem/ONT.


7. Mengatur Gateway Internet

Karena modem/ONT menggunakan IP:

192.168.1.1

maka gateway MikroTik diarahkan ke:

192.168.1.1

Buka:

IP → Routes

Kemudian tambahkan default route jika belum tersedia.

Gunakan gateway:

192.168.1.1

Setelah itu periksa apakah MikroTik sudah dapat berkomunikasi dengan modem/ONT.

Kita dapat melakukan pengujian menggunakan:

Tools → Ping

Coba ping:

192.168.1.1

Jika mendapatkan response, berarti koneksi antara MikroTik dan modem/ONT sudah berjalan.


8. Mengatur DNS MikroTik

Buka:

IP → DNS

Masukkan DNS Server yang sesuai.

Sebagai contoh:

1.1.1.1

dan:

8.8.8.8

Pengaturan DNS dapat disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.

Jika MikroTik digunakan sebagai DNS resolver untuk client, pengaturan Allow Remote Requests perlu diperhatikan dan sebaiknya dibatasi agar DNS resolver tidak terbuka ke jaringan yang tidak dipercaya.

9. Mengatur Firewall NAT Masquerade

Sebelum melakukan pengujian client, kita harus membuat NAT.

Ini merupakan bagian penting karena jaringan Hotspot menggunakan alamat IP private:

192.168.212.0/24

Sedangkan jaringan menuju modem menggunakan:

192.168.1.0/24

Masuk ke:

IP → Firewall → NAT → +

Pada tab General:

Chain         : srcnat
Out. Interface: ether1

Kemudian masuk ke tab Action.

Pilih:

Action: masquerade

Klik Apply → OK.

Rule yang kita buat:

Chain         : srcnat
Out. Interface: ether1
Action        : masquerade

Mengapa Masquerade diperlukan?

Ketika client Hotspot dengan IP:

192.168.212.10

mengakses internet, paket akan melewati MikroTik.

MikroTik kemudian melakukan NAT melalui interface WAN:

Client
192.168.212.10
       │
       ▼
MikroTik
192.168.212.254
       │
   MASQUERADE
       │
       ▼
ether1
192.168.1.2
       │
       ▼
192.168.1.1
       │
       ▼
Internet


Dengan konfigurasi tersebut, alamat private client dapat diteruskan melalui koneksi WAN MikroTik. ---


10. Mengatur IP Address ether2 untuk Hotspot

Sekarang kita konfigurasi interface yang digunakan untuk pelanggan Hotspot.

Pada tutorial ini kita menggunakan:

ether2

Buka:

IP → Addresses → +

Masukkan:

Address:

192.168.212.254/24

Interface:

ether2

Kemudian klik OK.

Sekarang MikroTik mempunyai:

ether1

192.168.1.2/24

untuk koneksi menuju modem/ONT.

ether2

192.168.212.254/24

untuk jaringan Hotspot.


11. Membuat Hotspot dengan Hotspot Setup

Sekarang kita masuk ke bagian utama konfigurasi.

Buka:

IP → Hotspot

Kemudian klik:

Hotspot Setup

Pilih interface:

ether2

Kemudian ikuti wizard konfigurasi Hotspot.

Local Address of Network

Gunakan:

192.168.212.254/24

Address Pool

Kita ingin menyediakan alamat untuk pelanggan:

192.168.212.1 - 192.168.212.200

Pada bagian Address Pool, tentukan rentang alamat tersebut sesuai kebutuhan.

Select Certificate

Untuk konfigurasi sederhana, pilihan certificate dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika belum menggunakan SSL certificate khusus untuk Hotspot, gunakan opsi yang sesuai dengan konfigurasi RouterOS yang tersedia.

IP Address of SMTP Server

Jika tidak menggunakan SMTP Server khusus, gunakan nilai default yang sesuai.

DNS Servers

Masukkan DNS yang digunakan jaringan.

Contoh:

1.1.1.1

8.8.8.8

DNS Name

Tentukan nama domain untuk halaman login Hotspot.

Contoh:

login.kannayahotspot.local

Nama ini hanya contoh. Sesuaikan dengan sistem login yang digunakan.

Setelah seluruh langkah selesai, klik OK/Finish.

MikroTik akan membuat konfigurasi Hotspot yang diperlukan.

Salah satu keuntungan menggunakan Hotspot Setup adalah wizard membantu membuat konfigurasi terkait jaringan Hotspot, termasuk DHCP Server dan Address Pool pada interface yang dipilih.

Jadi kita tidak perlu membuat DHCP Server secara manual terlebih dahulu.


12. Memeriksa DHCP Server dan Address Pool

Setelah Hotspot Setup selesai, buka:

IP → DHCP Server

Periksa apakah DHCP Server sudah dibuat pada interface:

ether2

Kemudian periksa:

IP → Pool

Pastikan Address Pool yang digunakan sesuai dengan rentang IP pelanggan.

Contoh:

192.168.212.1-192.168.212.200

Jika diperlukan, sesuaikan kembali Address Pool agar tidak menggunakan IP yang telah diberikan secara statis kepada Access Point atau perangkat jaringan lainnya.


13. Membuat User Profile Hotspot

Setelah Hotspot aktif, kita dapat membuat profile untuk pengguna.

Buka:

IP → Hotspot → User Profiles

Klik +.

Sebagai contoh kita dapat membuat profile:

1 Hari

Profile ini nantinya dapat digunakan untuk user atau voucher dengan masa penggunaan tertentu.

Pada bagian User Profile, kita dapat mengatur berbagai parameter seperti:

  • Batas kecepatan
  • Shared Users
  • Session timeout
  • Rate limit
  • Masa aktif sesuai kebutuhan sistem

Nilainya harus disesuaikan dengan paket voucher yang ingin dijual.


14. Membuat User Hotspot

Sekarang kita dapat membuat akun Hotspot.

Buka:

IP → Hotspot → Users

Klik +.

Contoh:

Name:

voucher001

Password:

123456

Kemudian pilih User Profile yang sesuai.

Klik OK.

Akun tersebut nantinya dapat digunakan pelanggan untuk login ke halaman Hotspot.

Untuk pembuatan voucher dalam jumlah banyak, kita dapat menggunakan sistem manajemen voucher seperti Mikhmon atau sistem voucher lainnya yang kompatibel dengan MikroTik.


15. Konfigurasi Access Point

Sekarang kita masuk ke Access Point.

Access Point digunakan untuk menyebarkan jaringan Hotspot melalui WiFi.

Pada contoh ini kita menggunakan:

IP Access Point:

192.168.212.253

Hubungkan Access Point ke:

ether2 MikroTik

Konfigurasikan Access Point sebagai AP/Bridge sesuai perangkat yang digunakan.

Jika MikroTik sudah menangani DHCP untuk jaringan Hotspot, sebaiknya DHCP Server pada Access Point dimatikan agar tidak terjadi dua DHCP Server dalam satu jaringan.

Contoh:

MikroTik ether2
192.168.212.254
        │
        │
        ▼
Access Point
192.168.212.253
        │
        ▼
     WiFi Client

16. Jika Menggunakan Access Point Outdoor

Jika jaringan menggunakan beberapa Access Point outdoor, kita dapat memberikan IP statis yang berbeda kepada setiap perangkat.

Contoh:

AP utama:

192.168.212.253

AP outdoor 2:

192.168.212.252

AP outdoor 3:

192.168.212.251

AP outdoor 4:

192.168.212.250

dan seterusnya.

Dengan cara tersebut, setiap perangkat jaringan dapat lebih mudah diidentifikasi dan dikelola.

Pastikan alamat IP perangkat jaringan tidak berada dalam rentang DHCP pelanggan jika DHCP menggunakan rentang:

192.168.212.1 - 192.168.212.200


17. Menghubungkan Client ke WiFi

Setelah Access Point selesai dikonfigurasi, hubungkan smartphone atau laptop ke SSID WiFi.

Perangkat pelanggan seharusnya mendapatkan IP secara otomatis dari DHCP MikroTik.

Contohnya:

192.168.212.10

Gateway:

192.168.212.254

Kemudian buka browser.

Jika konfigurasi Hotspot berjalan dengan benar, pengguna akan diarahkan ke halaman login Hotspot.


18. Pengujian User dan Voucher

Masukkan username dan password yang telah dibuat sebelumnya.

Contoh:

Username:

voucher001

Password:

123456

Jika login berhasil, pengguna akan mendapatkan akses internet sesuai dengan profile yang telah ditentukan.

Untuk memeriksa pengguna yang sedang aktif, buka:

IP → Hotspot → Active

Perangkat yang berhasil login akan muncul di daftar pengguna aktif.


19. Jika Halaman Login Tidak Muncul

Jika halaman login tidak muncul, periksa beberapa hal berikut:

Periksa IP Client

Pastikan client mendapatkan IP:

192.168.212.x

Periksa Gateway

Gateway client harus:

192.168.212.254

Periksa DHCP

Buka:

IP → DHCP Server

Pastikan DHCP Server aktif pada interface Hotspot.

Periksa Hotspot

Buka:

IP → Hotspot

Pastikan Hotspot Server aktif.

Periksa Internet MikroTik

Pastikan MikroTik dapat melakukan ping ke:

192.168.1.1

dan alamat internet lainnya.

Periksa NAT

Pastikan terdapat konfigurasi NAT yang memungkinkan jaringan Hotspot mengakses internet melalui interface WAN.


20. Jika Client Mendapatkan IP Tetapi Tidak Bisa Internet

Jika client sudah mendapatkan IP tetapi tidak dapat mengakses internet, periksa:

  1. Gateway MikroTik
  2. DNS
  3. Default Route
  4. NAT
  5. Firewall
  6. Koneksi modem/ONT
  7. Status Hotspot

Jangan langsung mengubah banyak konfigurasi sekaligus. Periksa satu per satu agar sumber masalah lebih mudah ditemukan.


21. Kesimpulan

Dengan konfigurasi di atas, kita telah membangun jaringan Hotspot sederhana dengan topologi:

Internet → MikroTik → Access Point → Client

Contoh jaringan yang digunakan:

Modem/ONT:

192.168.1.1

MikroTik ether1:

192.168.1.2/24

MikroTik ether2/Hotspot:

192.168.212.254/24

Client Hotspot:

192.168.212.1 - 192.168.212.200

Access Point:

192.168.212.253

Setelah Hotspot berhasil berjalan, sistem dapat dikembangkan menjadi jaringan voucher WiFi dengan berbagai paket, batas waktu, pembatasan kecepatan, halaman login khusus, dan sistem manajemen voucher.

Pada tutorial berikutnya, kita dapat membahas cara membuat User Profile Hotspot MikroTik untuk voucher 3 jam, 5 jam, 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan, termasuk pengaturan batas waktu dan kecepatan.


Artikel Terkait

  • Cara Membuat User Profile Hotspot MikroTik
  • Cara Membuat Voucher Hotspot MikroTik
  • Cara Setting Mikhmon untuk MikroTik
  • Cara Membuat Login Page Hotspot MikroTik
  • Cara Mengatur Batas Kecepatan Voucher WiFi
  • Cara Membuat Sistem Voucher WiFi

Kannaya Hotspot
Tutorial Jaringan, MikroTik, WiFi, Internet, Komputer, dan Teknologi.


Komentar